بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (Al-Fatihah 1-4) Semua itu ada jawabannya. Tapi bertahap dan pelan-pelan. Wong semua ini bikinan Allah kok. Allah Maha Rasional dan Maha Ilmiah, meskipun skala, spektrum, dan algoritmanya tidak mungkin dijangkau oleh 3-C kita. Kita tidak mantap-mantap amat dengan narasi dan literasi karya […]
Tadabbur
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (Al-Fatihah 1-4) Akan tetapi tidak semudah itu. Terkadang, karena tidak paham melihat sejarah dan isi dunia, kita masih dikejar-kejar pertanyaan. Karena meskipun defaultnya manusia itu “ahsanu taqwim” tapi fakta lapangannya kebanyakan 3-C (ciut, cethèk, cekak), sering kita tetap ketir-ketir juga: Wahai Rahman […]
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ (Al-Fatihah 1-3) Apakah di antara kita ada yang pernah mengalami dilindas masalah sangat besar. Sudah maksimal dan terus-menerus berjuang mengatasinya. Beberapa hal mendasar ternyata terletak di luar jangkauan kemampuan, sehingga membutuhkan pertolongan Allah. Ibadah ditingkatkan. Shalat malam, shalat dluha,shalat sunnat macam-macam dipacu. Dzikir tiap malam. […]
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ (Al-Fatihah 1-3) Seburuk apapun hidup saya dan seberapa hina pun wajah saya di hadapan manusia, dunia,dan Indonesia, sedalam-dalam derita dan kesengsaraan jiwa hingga ke lubuk terendah dan tersembunyi — tetap memulai setiap langkah dengan “Bismillahir-Rahmanir-Rahim”. Kemudian ajeg mengkristalkan segala pengalaman hidup dengan “Alhamdulillahi Rabbil’alamin”. Untuk […]
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ (Al-Fatihah ayat 1) “Bismillahir-Rahmanir-Rahim” adalah maqam keutamaan jiwa manusia yang berkesadaran diri sebagai makhluk atau produk hasil karya Sang Maha Produser, sebagai Al-Khaliqmaupun Al-Khallaq. Beda antara Khaliq dengan Khallaq akan pelan-pelan dan bertahap diuraikan, sebagaimana semua dimensi nilai lain dalam rentang panjang Tadabbur kita. “Bismillahir-Rahmanir-Rahim” adalah patrap, kuda-kuda atau sikap hidup […]
بِسۡمِ ٱللَّهِ (Dari ayat pertama Surat Al-Fatihah) Semua niat dan pergerakan siapapun dan apapun selain Allah, tidak punya kemungkinan lain kecuali dilandasi dengan “Bismillah”, “dengan nama Allah”. Firman itu bukan “Billah” melainkan “Bismillah”. Kalau ‘Dengan Allah”, selain Ia sendiri tidak punya pemahaman dan keabsahan yang dengan itu ia mengucapkan “dengan Allah”. Maka perlu medium: “dengan […]
Sesungguhnya Allah telah menjamin rezeki bagi hamba-hamba-Nya. Salah satu ayat yang menegaskan hal ini adalah QS. at-Thalaq ayat 2-3. Rezeki akan dijamin oleh Allah manakala hamba mau bertaqwa dan bertawakkal. Dalam bahasa Mbah Nun, Allah adalah pelaku utama rezeki. Jika rezeki telah dijamin oleh Allah, jika telah ada kepastian bahwa rezeki akan diberikan oleh-Nya, lantas […]
Dari al-Qur’an surat al-Mu’minun ayat pertama, kita mendapatkan terma khusyu’ yang merupakan salah satu tanda dari orang-orang beriman, yakni di dalam menjalankan shalatnya mereka khusyu’. Dari ayat-ayat yang lain kita juga mendapatkan frasa dzikurllah yang berarti ingat Allah dan kita dianjurkan untuk senantiasa ingat Allah. Dalam penggunaan sehari-hari kita memahami Khusyu’ adalah kondisi hati yang berisi […]
Di tengah ayat ke-191 QS. Ali Imran Allah berfirman Robbana ma khalaqta hadza baatila. (Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia). Dengan firman ini, seperti telah sering diuraikan Mbah Nun, Allah menuntun kita supaya punya kesadaran bahwa tidak ada satu pun hal yang sia-sia dari semua ciptaan-Nya. Kemudian, mungkin kita tergelitik untuk memperjelas, […]
Sudah kita serap bersama dari Sinau Bareng melalui tadabbur Mbah Nun bahwa al-Qur’an surat an-Naas mengandung ilmu tentang bagaimana memimpin masyarakat atau kelompok, atau bagaimana bersikap kepada orang lain, di mana yang harus didahulukan, sebagaimana urutan ayatnya, adalah mengayomi (Robbin Naas), kemudian kalau terpaksa baru memakai kekuasaan (Malikin Naas), dan kalau terpaksa lagi baru menggunakan […]
Allah berfirman, “Wa ma kholaqtul-jinna wal-insa illa liya’budun. (Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Az-Zariyat: Ayat 56).” Dari ayat ini barangkali timbul pemahaman bahwa sebenarnya tak ada peluang bagi manusia kecuali hanya melakukan ibadah kepada Allah. Tetapi bagaimana memahami praktiknya? Saat Sinau Bareng HUT ke-53 PT Angkasa Pura I, […]
Di dalam al-Qur’an Surat Fatir ayat 28, terdapat penegasan Allah tentang ulama. Allah menyatakan innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ulama. Biasanya diterjemahkan dengan, “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” Terjemah ini menurut Mbah Nun kurang pas. Dalam pandangan beliau, yang lebih pas adalah “Siapapun yang takut kepada Allah, dialah ulama.” Sehingga, seseorang […]
Seperti diterangkan Marja’ Maiyah Mbah Fuad, tadabbur al-Qur’an bisa berupa hal sederhana yakni ketika membaca satu ayat al-Qur’an yang berisi pernyataan Allah tentang perilaku manusia, lalu kita bercermin atau introspeksi apakah diri kita sudah berlaku seperti dianjurkan oleh al-Qur’an menyangkut perilaku tersebut. Jika yang disebut adalah perilaku baik, apakah sudah mengerjakan. Jika hal yang buruk, […]
“Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Yasin: Ayat 21) Ketika itu Mbah Nun sedang merespons tema “Kebangkitan Zakat” dalam Sinau Bareng yang diadakan oleh BAZNAS DIY di Yogyakarta pada 5 Mei 2017, di mana salah satunya beliau menjabarkan makna taqwa sebagai “kewaspadaan” dengan diberi satu contoh […]
Disebutkannya akhirat dan dunia dalam satu tarikan napas keterkaitan dalam al-Qur’an Surat Al-Qasas ayat 27 (wabtaghi fiima aatakallahud daarol akhirota wala tansa nashiibaka minad dunya… ) tidak saja mengisyaratkan kondusivitas manusia terhadap mendapatkan rezeki dan barokah dari Allah selama menjalani hidup di dunia, tetapi juga menurut Mbah Nun ayat ini mengkritik pandangan sebagian dari kita […]
Al-Qur’an surat Al-Qasas Ayat 77 menyatakan wabtaghi fiima aatakallahud daarol akhirota wala tansa nashiibaka minad dunya. Sebagaimana sering kita simak dari penuturan Mbah Nun, melalui ayat ini Allah menunjukkan bahwa sejatinya di dalam hidup ini manusia harus mengarahkan perjalanannya menuju Allah (darul Akhiroh). Tetapi, Allah berpesan, dalam perjuangan menuju akhirat hendaknya kita tidak lupa “nashib” […]
Sebagaimana kita ketahui ayat-ayat al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur dan turunnya ayat-ayat disertai dengan sebab-sebab yang berkaitan dengan situasi saat itu (asbabun nuzul). Sehingga, wajar pula dikatakan, bila kita ingin memahami al-Qur’an kita perlu mengetahui asbabun nuzul tersebut. Terkait asbabun nuzul ini, menarik bahwa Mbah Nun pernah mengemukakan (dalam Mocopat Syafaat 17 Oktober […]
“Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”” (QS. Al-Kahfi: 109). Tidak hanya memancing kesadaran akan adanya ayat-ayat yang tak difirmankan dan kesadaran untuk menjadi manusia universal, penggambaran “air laut tak akan cukup untuk menuliskan ayat […]
“Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”” (QS. Al-Kahfi: 109). Tidak hanya membawa kita kepada kesadaran akan adanya ayat-ayat yang tak difirmankan, penggambaran Allah dalam surat Al-Kahfi 109 bahwa lautan tak akan pernah cukup untuk […]
“Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”” (QS. Al-Kahfi: 109). Dalam beberapa kesempatan Sinau Bareng, kita menyimak Mbah Nun menguraikan bagaimana beliau merasakan dan memahami salah satu kandungan ayat ini. Beliau menunjukkan betapa jelas informasi […]
Menampilkan 61-80 dari 82
























