Kesetiaan untuk menikmati dan mensyukuri ketersinambungan perjalanan yang terus dianugerahkan Allah kepada Paseban Majapahit berlanjut di edisi 108, bulan April 2026. Mencoba merangkai keping hikmah yang telah terangkai pada edisi-edisi sebelumnya, dengan pilihan tema yang masih tetap bersumber dari buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur Bagian Pertama, halaman 67-69, bertajuk: Islam sebagai Pengalaman An’amta ‘Alaihim. Semoga […]
Mukaddimah
Selama jutaan tahun, sejarah kehidupan di Bumi ditulis oleh satu tinta: survival. Dalam kacamata evolusi, kita adalah keturunan para penyintas, mereka yang mampu menerjemahkan rasa takut menjadi kewaspadaan, dan kelaparan menjadi daya cipta. Tubuh kita dirancang untuk menjaga denyut nadi; kita adalah makhluk biologis yang sejak awal diprogram untuk merawat raga. Namun hari ini, medan […]
TIDAK ADA di antara kita yang memilih untuk lahir dari rahim siapa, di suku apa, atau dalam strata ekonomi mana. Itulah nasab, sebuah titik awal yang given. Nasab bukan prestasi, bukan aib, bukan jaminan kesuksesan. Nasab bukan legitimasi untuk menyombongkan diri, bukan pembenaran atas kemalangan, dan pasti bukan garis finish. Nasab hanyalah konteks, awal dari pertanggungjawaban. Dari titik inilah, […]
Barangkali ada fase ketika kita menganggap syukur adalah perkara yang sederhana dan mudah. Semudah mengucap “alhamdulillah” saat bahagia, saat rezeki lancar, saat urusan dilancarkan, saat hidup terasa sedang berpihak kepada kita. Namun, realitas hidup menyuguhkan wajah yang tak selalu ramah. Ada kalanya langkah terasa abot dan seret, benak memikul tanya, dan apa yang terjadi tak […]
Dunia sedang kocar kacir. Segala ruang informasi semakin getol memberitakan pergolakan: geopolitik, ekonomi, narasi pengetahuan, dan berbagai kepentingan lain. Persilangan ruang dan waktu, nilai, kemerdekaan dan keterpenjaraan, bahkan persilangan diri kita sendiri — sering mendorong kita untuk memuaskan diri dengan ‘hanya’ mengamati kejadian yang besar dan jauh di kota seberang, negeri seberang, bahkan kalau mungkin […]
Pernah merasa hidup makin rumit karena terlalu banyak dipikirkan, tapi justru makin nggak menemukan arah? Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan penuh distraksi—kita sering bereaksi sebelum memahami, memutuskan sebelum menimbang, dan akhirnya terjebak dalam overthinking yang melelahkan. Lalu, bagaimana jika kita kembali pada satu “algoritma” yang telah teruji oleh zaman? Algoritma Nabi Muhammad—sebuah […]
Pernahkan kita menyadari bahwa justru dalam kesunyianlah suara yang sejati itu terdengar? Bahwa dalam suasana sepi, kontemplatif dan meditatif seperti itu – atau dalam posisi keterpinggiran, ketersingkiran – justru bergaung-gaung swaraning asepi? Sirrullah, rahasia kebenaran Allah yang hakiki? [Emha Ainun Nadjib] Bulan ini Rutinan Sinau Bareng Majelis Maiyah Waro’ Kaprawiran memasuki etape 4 dari, insyaAllah, […]
Indonesia hari ini seperti menghadirkan tafsir baru atas gagasan berdikari yang dulu melambangkan kekuatan, namun kini terasa sebagai keprihatinan. Rakyat dituntut mandiri bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk mencari rasa aman, padahal itu adalah hak mendasar yang seharusnya dijamin oleh negara. Penyiraman air keras terhadap aktivis menjadi tanda bahwa bahkan di negara demokrasi, […]
“Wahai engkau hamba-hambaku, Aku yang menciptakanmu, tapi engkau menyembah tidak kepadaKu” “Aku yang memberimu rezeki, tapi engkau berterima kasih tidak kepadaKu” “Kalau engkau kesepian wahai hamba-hambaKu, Aku yang selalu menghiburmu, tapi engkau bernyanyi tidak untukKu” Dalam kehidupan ini kita sering terjebak dalam situasi bahwa tercipta Tuhan-tuhan kecil di perilaku kita. Di antara kita ada yang […]
Hidup tidak pernah lepas dari perbedaan. Dari sini kita perlu belajar satu ilmu dasar—membedakan tanpa membenci. Karena tidak semua yang berseberangan adalah musuh; sebagian justru menjadi jalan kita untuk belajar memahami. Momentum Idul Fitri memberi kita pelajaran penting. Dalam banyak tulisan Mbah Nun, Idul Fitri bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tetapi kembali ke kejernihan […]
Sinau Bareng malam ini mengusung tema “Bobo(do)ran Shiyam”, sebuah plesetan dari boboran (kelahiran) istilah yang lazim digunakan saat momentum lebaran 1 Syawal, khususnya di tatar pasundan. Suguhan tema yang mengajak kita merenungi makna terdalam dari ibadah puasa. Kata “boboran” yang identik dengan suasana Idul Fitri kita tarik lebih dalam untuk renungan bersama menjadi “bobo(do)ran”—sebuah isyarat […]
Dalam pengajian ala Emha Ainun Nadjib, kata bukan cuma bunyi, melainkan pintu masuk ke kesadaran. “Lebaran” sering kita pahami sebagai hari raya, tetapi secara batin, ia adalah momen “usai”. Selesai dari perjalanan panjang menahan diri. Lebaran bukan titik akhir. Melainkan ambang baru: apakah kita benar-benar selesai dari nafsu, atau hanya selesai dari jadwal puasa? Lalu […]
Pintu Sewindu, mengenang perjalanan sewindu atau delapan tahun menuju pintu yang baru, setelah sewindu pintu yang lalu dengan cerita belajar yang menarik, berharap menuju pintu yang lebih baik. Pintu bisa menjadi simbol sebuah langkah, dari dalam ke luar, atau dari luar ke dalam. Memberi makna bahwa perjalanan kehidupan adalah belajar dari luar untuk memasukkan ke […]
Jika ilmu diibaratkan sebagai sebuah “kota”, mengapa ia memiliki “pintu”? Apa yang sebenarnya dijaga oleh pintu itu, akses, adab, atau cara memahami? Lalu, apa yang terjadi jika seseorang masuk tanpa melaluinya? Di zaman sekarang, ketika informasi terasa terbuka ke segala arah, apakah kita masih mengenal konsep “pintu”, atau justru merasa bisa langsung masuk ke mana […]
Di suatu kedalaman yang tak selalu terjangkau oleh kata, manusia pernah mengenal sebuah cara mendengar yang tidak bersandar pada suara. Ia tidak membaca, tidak menafsir, tidak pula merangkai makna—ia langsung memahami. Di sana, antara Sang Pencipta dan ciptaan, tidak ada jarak yang harus dijembatani oleh bahasa. Yang ada hanyalah kehadiran yang utuh, dan pemahaman yang […]
Ramadhan telah pergi, meninggalkan jejak sunyi di hati kita. Sehari penuh lapar, sebulan penuh menahan diri, tapi pertanyaannya; apakah kita pulang dengan jiwa yang ringan, atau masih membawa beban lama? Idul Fitri bukan sekadar hari yang dirayakan. Ia adalah cermin bagi siapa kita sesungguhnya. Apakah kita kembali seperti sebelumnya, atau lahir kembali sebagai manusia baru, […]
Dalam terminologi Sunda, boboran adalah lebaran. momen pulang, momen membersihkan, momen merenggangkan yang sempat mengeras. Sementara babaran adalah kelahiran. munculnya yang baru, lahirnya sesuatu ke dunia. Dua kata ini seperti berdiri sendiri. Padahal barangkali mereka satu tarikan napas. Apa arti lebaran jika tidak melahirkan apa-apa? Apa arti kembali jika tidak ada yang berubah? Boboran sering […]
Jika sebuah peradaban dibangun tanpa ada rasa bersalah di dalam diri setiap individu dari peradaban tersebut, apa jadinya jika sebuah Bangsa tidak punya rasa bersalah? Apa jadinya jika keluarga, kelompok dan setiap individunya tidak ada rasa bersalah? Apakah peradaban tersebut akan bertahan lebih lama? Apakah jika sebuah hubungan sosial maupun keluarga mampu bertahan jika rasa […]
Momen mudik dalam rangka kembali menemui, berbaur, dan bermesraan dengan keluarga, sahabat, serta tetangga di hari raya Idul Fitri merupakan benih fitrah kesucian. Ia menjadi jalan untuk memperkuat akar persaudaraan, menumbuhkan batang persatuan, memperlebar daun-daun kemesraan, serta menghadirkan bunga-bunga ketenteraman dan kebersahajaan dalam ekosistem kekeluargaan dan kemasyarakatan. Di desa, menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu […]
Dalam momentum apa sebenarnya kita menyadari bahwa Din Al-Islam itu penting? Tentu dalam konteks ini, berislam bukan sekadar merasa paling benar atau “kepedean”, melainkan sebuah sikap. Meskipun Tuhan telah menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, para pewaris Nabi tak henti-hentinya menyuarakan pesan suci. Sayangnya, kita sering kali masih sibuk mengotak-ngotakkan, melakukan framing, hingga mengalami […]
Menampilkan 1-20 dari 362























