Meneruskan sikap eling lan waspada sebagaimana yang sudah dibahas di edisi sebelumnya, rutinan Pasebanan edisi 107 di bulan Maret 2026 ini akan kembali mengelaborasi pitutur luhur yang ada di buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, pada Bagian Pertama, halaman 74-77, dengan tajuk: Alamat Manusia di Semoga dan Mudah-mudahan. Semoga Tadabbur dari Q.S. Al-Baqarah: 216 yang ditulis oleh […]
Mukaddimah
Dalam kehidupan ini, kita tentu tidak pernah lepas dari sebuah dimensi unik bernama “ruang”. Perihal ini memiliki banyak keragaman menurut bentuk, fungsi, serta konteks. Namun, ada sebuah “ruang” yang terasa sangat unik untuk didiskusikan. Ruang ini bernama kemungkinan. Konteks ini merujuk pada sebuah sifat absurditas yang melingkupi ruang kemungkinan tersebut. Mengapa absurd? Karena pada dasarnya […]
Dalam Al-Qur’an kita mendengar seruan: wal ‘ashr (demi masa), wad-dhuha (demi waktu dhuha), wal fajr (demi fajar). Waktu tidak pernah netral. Ia adalah ruang tanda-tanda, menyimpan pola, arah, dan peringatan. Seolah-olah mengingatkan: kalau engkau tak mampu membaca waktu, engkau akan tergilas olehnya. Di sinilah manusia diberi keistimewaan dibanding makhluk lain. Kemampuan untuk menyadari, memahami, dan […]
Teman-teman, kita sedang berada di pertengahan Ramadlan. Di antara awal puasa yang telah kita lewati, dan Idul Fitri yang sedang kita tuju. Setiap hari selama Ramadlan kita menahan lapar, menahan haus, dan berusaha menahan banyak hal di dalam diri kita. Tapi mungkin ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar kita renungkan bersama: sebenarnya kita ini sedang […]
Jauh sebelum raga menyentuh bumi dan hiruk-pikuk kekuasaan diperdebatkan, setiap jiwa telah menandatangani kontrak purba di alam Sulbi. Sebuah ikrar tauhid di hadapan Sang Maha Cahaya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Kita menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Inilah akar kepemimpinan yang sesungguhnya—sebuah amanah untuk memimpin diri sendiri agar tetap setia pada jalur kepulangan. Di tengah krisis […]
Setiap Ramadlan tiba, ada pemandangan yang nyaris berulang. Pusat perbelanjaan akan ramai dipenuhi pengunjung pada pekan terakhir. Diskon ritel modern digelar besar-besaran, bahkan dipromosikan di berbagai platform media sosial. Konten “War Takjil” berseliweran di jagad dunia maya. Agenda buka bersama menumpuk memenuhi catatan kalender, dari yang sederhana hingga yang mewah. Meja makan difoto, antrean pembelian […]
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32). Demikianlah salah satu pendangan islam tentang kehidupan yang dikutip dari Firman Allah Ta’ala. Terlepas dari apa […]
DI DUNIA ISLAM, hanya di Nusantara (Melayu Asia Tenggara) dimana Bulan Ramadlan disebut juga ‘bulan puasa’. Asalnya dari bahasa Sanskerta, upawasa. Penyebutan bulan ini dalam konstruk linguistik Sanskerta tentu bukan kebetulan kultural belaka, dan bukan pula bentuk sinkretisme. Justru, ia menunjukkan rekam jejak kesinambungan wahyu di umat-umat terdahulu, yang alhamdulillah ditakdirkan bertemu dengan apik di […]
Dalam kisah Kresna Duta, kita mengenal sebuah peristiwa yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan ketegangan batin yang luar biasa. Kresna datang ke Hastinapura bukan sebagai panglima perang, melainkan sebagai utusan damai. Ia berbicara dengan kata-kata yang tertata, dengan niat yang jernih: mencegah perang, menghindari tumpahnya darah di Padang Kurusetra. Namun kita juga tahu, di balik […]
Setiap Ramadan tiba, kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Dalam ajaran Islam, kewajiban selalu berkaitan dengan kemampuan, sebagaimana prinsip bahwa Allah tidak membebani di luar kesanggupan hamba-Nya. Puasa dapat dibaca sebagai bentuk pengakuan Tuhan atas kapasitas rasional manusia. Lalu, potensi apa yang sebenarnya sedang diuji melalui kepercayaan itu? Mbah Nun pernah menyampaikan bahwa puasa adalah metode […]
Kadang kita merasa negeri ini baik-baik saja. Masjid ramai, pengajian hidup, doa tidak pernah sepi. Tapi di sisi lain, kita juga sering menyaksikan amanah yang bocor, janji yang ringan diucap tapi berat ditepati, dan ruang digital yang lebih panas daripada ruang tamu kita sendiri. Ada sesuatu yang seperti belum selesai dalam diri kita. Pertanyaannya: apa […]
Tema kali ini menyoroti delapan bilah masyarakat yang berhak atas zakat. Kita coba menelaah lebih dalam makna 8 asnaf ini. Bagaimana 8 asnaf ini dalam kosmologi tani Nusantara—masyarakat yang menumbuhkan bulir padi dengan gotong royong hidup, dan menjadikannya penopang kehidupan sosial. Zakat, yang secara sejarah pun tumbuh dalam masyarakat agraris-perdagangan di Mekkah dan Madinah, lahir […]
Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth—istilah yang menggambarkan keadaan ketika opini dan emosi sering lebih dipercaya daripada fakta dan kebenaran. Sesuatu bisa dianggap benar karena banyak yang membagikan (viral/trend). Sebuah kabar terasa sah karena sesuai dengan perasaan. Lalu, di tengah keadaan seperti ini, apakah kebenaran masih dicari, atau hanya dipilih sesuai […]
Kalau kita puasa, maka buka puasa itu menjadi wajib saat adzan magrib berkumandang. Kita tidak diperbolehkan terus berpuasa meskipun sudah waktu magrib, karena syariatnya ya harus buka. Kalau terus puasa tanpa berbuka, bisa jadi bernafsu puasa namanya. Buka dalam bahasa jawa adalah BUKO. Entah dengan apa bukonya, entah air putih, kurmo, kolak, yang penting membatalkan […]
Keseimbangan bukanlah sebuah hasil akhir atau titik henti dan ia tidak pernah hadir secara tiba-tiba, Keseimbangan adalah sebuah garis yang mesti kita perjuangkan dan kita tempuh secara sadar dan terus menerus. Dalam ruang Sinau Bareng dan Taddabbur ini, kita diajak untuk terus mengolah kebenaran subjektif masing-masing agar tidak berhenti disitu saja. Melalui ruang ini kita […]
Dalam terminologi Sunda, Panceg berarti teteg, ajeg, tee oyag ku kaayaan—tegak, mantap, tidak mudah goyah oleh keadaan. Namun panceg bukan sekadar kaku berdiri. Di dalamnya ada kesadaran, ada ketenangan, ada keteguhan batin yang tidak mudah tercerabut oleh angin zaman. Bulan lalu sempat disentuh tentang taklifi—tentang beban, amanah, dan kapasitas manusia menerima tanggungan hidup. Sekilas saja: […]
Disadari atau tidak oleh kita semua, terlalu banyak waktu yang kita miliki terbuang di jalan raya, tidak terlalu berlebihan kiranya jika kita katakan untuk saat ini setengah jatah umur semua orang dihabiskan di jalan, semuanya dikarenakan kemacetan parah yang terjadi di jalan. Setiap harinya begitu banyak titik kemacetan yang dilewati oleh setiap orang, tidak terkecuali […]
Netes winates adalah ikhtiar memunculkan kembali kesadaran manusia akan batas. Netes berarti menetas—lahir perlahan melalui proses, pengalaman, dan permenungan. Sedangkan winates berarti batas, ukuran, atau kadar. Tema ini tidak mengajak manusia untuk berhenti bergerak, apalagi menyerah pada keadaan, tetapi mengajak untuk berhenti sejenak agar mampu melanjutkan hidup dengan arah yang lebih jernih. Di zaman banjir […]
Sandang, pangan, papan dalam khazanah Maiyah yang sering Mbah Nun sampaikan bukanlah urutan kebutuhan ekonomi semata, melainkan urutan prioritas martabat kemanusiaan. Mbah Nun mendekontruksi pemahaman umum yang menganggap bahwa makan (pangan) adalah utama untuk hidup. Padahal jika manusia hanya mengejar makan ia tidak beda dengan hewan. Sandang menjadi utama, bentuk Martabat dan Identitas. Membedakan manusia […]
Menapaki zaman akhir sering kali memunculkan dua wajah yang kontradiktif. Di satu sisi, ada yang merasa hidup dalam kedamaian karena merasa sudah memiliki bekal yang cukup. Namun di sisi lain, saat kita menyalakan TV, mendengarkan radio, hingga berselancar di lini masa media sosial, kegaduhan menyerbu tanpa ampun. Bukan lagi sekadar banjir informasi, melainkan tsunami informasi. […]
Menampilkan 21-40 dari 362
























