Manusia terbiasa bertanya: apa, siapa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana. Enam pertanyaan itu sering kita arahkan pada peristiwa di luar diri. Kita ingin tahu apa yang terjadi, siapa pelakunya, mengapa itu muncul, kapan dan di mana berlangsung, serta bagaimana prosesnya. Namun jarang sekali pertanyaan itu kita tujukan ke dalam. Apa yang sebenarnya […]
Mukaddimah
Seorang cenayang yang malang hidup di sebuah negara. Dia punya kelebihan membaca masa depan. Entah, kemampuannya diperoleh karena kesabarannya niteni, ataukah memang karunia dari Batara Kala yang dipercayainya, atau gabungan dari keduanya. Sayang disayang, cenayang itu dianggap gila oleh masyarakatnya, bocoran-bocoran tentang masa depan yang diperoleh dari visinya dan digembar-gemborkan, tidak ada yang mendengarkannya sama […]
Kita hidup di zaman ketika banyak hal tampak berjalan, tetapi arah semakin kabur. Informasi berlimpah, teknologi maju, dan wacana berganti setiap hari. Namun di balik itu, makna terasa menipis, keseimbangan hidup goyah, dan manusia makin mudah lelah. Bukan karena kurang daya, melainkan karena kehilangan pijakan. Bisakah kita mengkalkulasi ulang langkah dan menggali makna lebih dalam […]
(1) Sering kali, Ilusi telat sadar bahwa rasa mengendalikan keadaan bukanlah fakta, melainkan cerita yang dibangun oleh pikiran sendiri. Tanpa disadari, pikiran Ilusi mencari pola dan kepastian, lalu menenangkan diri dengan keyakinan bahwa Ilusi punya kendali. Meskipun itu hanya bias kognitif yang dirasa, karena Ilusi mempercayainya. (2) Ketika berhadapan dengan situasi yang tak pasti, Ilusi […]
Pernahkah kita benar-benar bertanya: kita ini sedang hidup di waktu yang mana? Di masa lalu yang kita rindukan dan pertahankan mati-matian? Di masa kini yang kita jalani sekadar reaktif, hari ke hari? Atau di masa depan yang kita bicarakan, tapi jarang kita siapkan dengan sungguh-sungguh? Al-Qur’an, lewat Al-Hasyr ayat 18, tidak hanya menyuruh kita melihat […]
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual), dengan satuan detak per menit. Metronom menyimulasikan fenomena alamiah dalam semesta yang bisa bersifat organik, semisal denyut nadi atau detak jantung mamalia, atau fenomena elektromagnetik semisal pulsar. Ini bintang neutron dengan core hyper-magnetic dan mengeluarkan […]
Pada mulanya, seorang pendidik ditempatkan pada maqam kesadaran tertinggi: penjaga ilmu, penuntun akal sehat, dan pengasuh nurani masyarakat. Dalam bahasa lama, ia berada pada kesadaran Brahmana—bukan karena status sosial, melainkan karena tanggung jawab moralnya. Guru dan dosen adalah penyangga peradaban, mereka yang seharusnya merawat makna, menuntun kebenaran, dan menjaga martabat pengetahuan dari sekadar alat kekuasaan […]
Zaman yang kita jalani hari ini bergerak sangat cepat. Terlalu cepat, barangkali, sampai-sampai kita jarang bertanya: apakah batin kita masih ikut berjalan, atau justru tertinggal jauh di belakangnya. Informasi datang silih berganti, teknologi berkembang tanpa henti, sementara manusia sering hanya sempat bereaksi, bukan menyadari. Belum sempat kita menata makna atas yang baru saja lewat, hal […]
Kita sedang melangkah di bulan kedua tahun 2026. Januari kemarin kita awali dengan kawitan—sebuah laku syukur bersama, membuka tahun bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan niat belajar dan menata diri lewat sinau bareng. Bulan ini, Waro` Kaprawiran mengajak kita singgah pada satu tema yang terdengar sederhana, namun menyimpan ruang renung yang luas: Roroning Atunggil. Secara […]
Semangat dan kesadaran untuk “Merawat Amanat” berupa Simpul Maiyah Paseban Majapahit yang terus berjalan dan setia berproses dalam kurun waktu sembilan tahun perjalanannya, membukakan pintu kesadaran serta sikap “Eling lan Waspada” dalam setiap langkah kesinambungan rutinitasnya. Dan sikap eling lan waspada-nya Paseban di fase berikutnya akan coba difokuskan untuk mengingat kembali berbagai macam pitutur luhur […]
Qudrologika berangkat dari kesadaran epistemologis bahwa pengetahuan manusia tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia lahir dari perjumpaan antara akal, pengalaman, dan keterbatasan—sementara realitas yang dipahami berada dalam cakupan Qudroh Tuhan yang tak terjangkau sepenuhnya oleh nalar. Dalam kerangka ini, akal bukan sumber kebenaran mutlak, melainkan alat pencari makna yang bekerja di bawah naungan kehendak […]
Junun ‘Amal: Manifestasi Jiwa dalam Karya Di kedalaman falsafah Sunda ataupun nilai ajaran agama, di antaranya ajaran Islam, bekerja bukan sekadar pertukaran tenaga dengan materi, melainkan sebuah laku spiritual yang disebut Junun ‘Amal. Istilah ini melampaui definisi ketekunan biasa; ia adalah sebuah kejujuran “radikal” dalam mempekerjakan diri, di mana hati dan pikiran melebur sepenuhnya hingga […]
Tiap pergantian tahun, kalender berubah. Kita ikut berubah, setidaknya di catatan niat kita sendiri. Resolusi ditulis rapi, harapan disusun tinggi, lalu hidup berjalan seperti biasa: target, cicilan, tuntutan, dan pertanyaan lama yang belum selesai. Dalam cara berpikir Maiyah, new year new me bukan perkara mengganti diri, melainkan ngopeni diri. Bukan meloncat jauh ke depan, tapi […]
Sejak awal munculnya penetapan kebijakan MBG, ragam kontroversi bermunculan baik yang pro atau pun yang kontra. Bukan bermaksud untuk masuk membela pada sisi salah satunya. Kebijakan MBG sejatinya melahirkan maslahat terhadap pengerak ekonomi negara. Hal tersebut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, mengingat pasca pandemi covid-19 perekonomian dunia tampak terasa lesu. Banyak masyarakat yang akhirnya […]
Sepasang telinga yang baik tidak diukur dari ketajamannya menangkap bunyi, melainkan dari kelapangannya menampung kebaikan. Namun kebaikan bukanlah sesuatu yang tunggal. Ia hadir dalam banyak wajah: ada kebaikan yang menenangkan, ada yang menantang; ada yang terasa benar menurut selera, ada pula yang benar meski terasa berat. Bahkan di dalam diri manusia sendiri, kebaikan sering kali […]
Ada masa dalam hidup manusia ketika langkah terasa berat, doa terasa pendek, dan dunia terasa terlalu bising. Hati ingin diam, tapi keadaan memaksa berlari. Di saat seperti itulah kita sering lupa: bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya menanggung beban sendirian. Isra Mi’raj bukan hanya kisah langit, tapi kisah tentang Tuhan yang mendatangi manusia yang sedang […]
Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]
Tabiat adalah sesuatu yang kerap menampakkan diri apa adanya. Ia muncul tanpa topeng, tanpa basa-basi, dan tanpa upaya pencitraan. Kadang sulit ditebak, bukan karena kamuflase atau muslihat, melainkan karena ia bekerja dari lapisan terdalam diri manusia. Dalam kondisi tertentu, sikap yang lahir dari tabiat justru menjadi pembatas keselamatan. Upaya menjaga kesopanan sering kali muncul dari […]
Taklifi sering terdengar sebagai beban, pembebanan. Seolah ada amanah yang dijatuhkan, lalu manusia diminta memikulnya begitu saja. Dalam pengertian awal, taklifi memang lahir dari hukum (Al-Ahkam At-Taklifi): wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Ia mengatur perbuatan agar hidup tidak saling melukai. Namun Mbah Nun mengajak melihat lebih dalam. Taklifi tidak berhenti pada perbuatan, tetapi bergerak […]
Budaya sudah mengalami degradasi makna yang perlahan tercerabut dari akar pengertiannya. Bisa dibuktikan, ketika mendengar kata budaya pasti asosiasi yang muncul hanya terbatas pada seni pertunjukan seperti Reog Ponorogo, jathilan, ludruk, atau dalam bentuk arsitektur seperti candi atau tempat-tempat bersejarah yang memiliki makna. Tidak salah berpikir seperti itu. Namun, lebih tepatnya semua simbol dan kesenian […]
Menampilkan 41-60 dari 362
























