Kesetiaan untuk menikmati dan mensyukuri ketersinambungan perjalanan yang terus dianugerahkan Allah kepada Paseban Majapahit berlanjut di edisi 108, bulan April 2026. Mencoba merangkai keping hikmah yang telah terangkai pada edisi-edisi sebelumnya, dengan pilihan tema yang masih tetap bersumber dari buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur Bagian Pertama, halaman 67-69, bertajuk: Islam sebagai Pengalaman An’amta ‘Alaihim.
Semoga senantiasa dilimpahi kelonggaran untuk membaca seluruh tulisan yang dimaksud di atas, tentang Tadabbur dari QS. Al-Baqarah: 185, khususnya alenia terakhir pada halaman 69:
Para pejalan Maiyah selalu belajar berjamaah atau Sinau Bareng untuk bekerja sama melakukan pencarian dan ijtihad agar dihidayahi Allah dan diperkenankan menemukan fakta otentik dalam diri mereka firman yuridullahu bikumul yusra wa la yuridu bikumul ‘usra. Bahkan tatkala mereka menjalani sesuatu yang mungkin berposisi ujian, peringatan, bahkan ternyata hukuman dari Allah, mereka menjalaninya dengan mengistikamahi kebiasaan bersyukur supaya Islam menjadi pengalaman an’amta ‘alaihim, bukan beban yang membuat rasa keberatan dan tak berdaya.
Penggal ayat yang menegaskan tentang salah satu karakteristik agama Islam, yaitu kemudahan.
Yang tentu saja berbagai macam kemudahan tersebut juga selalu dijumpai dan dirasakan ketika membangun serta merawat Paseban Majapahit sejak awal hingga saat ini.
Pasti ada banyak sekali cerita pengalaman an’amta ‘alaihim yang bisa dielaborasi bersama, sehingga dapat menambah kegembiraan dan kebahagiaan dalam menjalani, menikmati, dan mensyukuri, keteguhan perilaku sebagai hamba yang menghamba. Insya Allah.[] (Redaksi Paseban Majapahit)








