
Hasil untuk "Semesta"
Ditemukan 21 hasil (20 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

MERAJUT SEMESTA DARI SERPIH-SERPIH HARAPAN KECIL
Ada sebuah rahasia kecil di balik keagungan semesta ini: ia tumbuh dari benih-benih yang kecil. Sebuah pohon beringin raksasa, yang akarnya mencengkeram bumi dan dahannya memayungi banyak kehidupan, berawal dari biji kecil yang jatuh di tanah. Begitu juga dengan perubahan besar dunia ini, selalu dimulai dari lingkup kecil yang kita sebut lingkungan. Namun, keyakinan adalah […]

Menyusuri Semesta Maiyah
Semakin ke sini, waktu bukan lagi berjalan, tetapi berlari. Setahun berlangsung amat singkat. Kilat. Tak terasa, 2022 telah purna. Dan kini langkah kita telah memasuki halaman pertama di tahun 2023. Seiring bertambahnya angka tahun, tambah pula digit usia kita. Itu menurut kacamata awam manusia. Kacamata Tuhan malah sebaliknya. Jatah usia kita di dunia justru telah […]

Peringati Ulang Tahun Ke-6, Simpul Maiyah Semesta Teguhkan Ilmu Penghidupan
Menapaki usia yang ke 6 tahun, simpul Maiyah Lamongan mencoba merefleksikan rasa syukur dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya workshop-workshop dan dipuncaki dengan gelaran Sinau Bareng dengan tema “Ngenam Syukur”. Melengkapi sinau bareng yang digelar setiap akhir bulan, untuk moment ulang tahun kali ini Semesta lebih menekankan pembahasan tentang ilmu penghidupan, setelah sebelumnya banyak […]

Algoritma Muhammad
Pernah merasa hidup makin rumit karena terlalu banyak dipikirkan, tapi justru makin nggak menemukan arah? Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan penuh distraksi—kita sering bereaksi sebelum memahami, memutuskan sebelum menimbang, dan akhirnya terjebak dalam overthinking yang melelahkan. Lalu, bagaimana jika kita kembali pada satu “algoritma” yang telah teruji oleh zaman? Algoritma Nabi Muhammad—sebuah […]

Semua Teman adalah Lawan Sebagai Pemicu untuk Fastabiqul Khairat
Malam itu tidak ramai. Hanya dua belas orang yang masih setia hadir, menjaga istiqamah dalam lingkaran kecil Sinau Bareng. Di tengah kesederhanaan itulah suasana justru terasa hangat dan intim—cukup untuk menyalakan percakapan yang pelan, tapi dalam. Mas Feri membuka forum seperti biasa. Ia memulai dengan mukaddimah sebagai pengantar, sekaligus pemantik diskusi. Kalimat-kalimat awal itu tidak […]

Belajar Menjadi Glitch in the Matrix
Sabtu, 14 Maret 2026, ba’da tarawih. Suara tadarus Al-Qur’an bersahutan dari beberapa masjid dan mushola. Pada saat yang sama, para sedulur Maiyah Pasuruan telah berkumpul di Omah Suket, tempat maiyahan kali ini digelar. Tadarrus Zaman menjadi tema Sinau Bareng malam itu. Suasananya terasa santai. Diskusi ditemani suara gemericik air dari kolam koi yang berada di […]

Aktivasi Ayatullah
Dalam momentum apa sebenarnya kita menyadari bahwa Din Al-Islam itu penting? Tentu dalam konteks ini, berislam bukan sekadar merasa paling benar atau “kepedean”, melainkan sebuah sikap. Meskipun Tuhan telah menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, para pewaris Nabi tak henti-hentinya menyuarakan pesan suci. Sayangnya, kita sering kali masih sibuk mengotak-ngotakkan, melakukan framing, hingga mengalami […]

Cerita dari Upa Angkara
HUJAN turun hampir sepanjang hari, bahkan semakin deras menjelang acara dimulai—seolah berkah ditumpahkan tanpa jeda pada hari itu. Menjelang malam, hujan akhirnya mereda, memberi kesempatan para penggiat untuk kembali merapikan area tenda dan panggung Kenduri Cinta di Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Satu per satu jamaah mulai berdatangan; sebagian masih menenteng payung yang basah, […]

Kepemimpinan Sulbi
Jauh sebelum raga menyentuh bumi dan hiruk-pikuk kekuasaan diperdebatkan, setiap jiwa telah menandatangani kontrak purba di alam Sulbi. Sebuah ikrar tauhid di hadapan Sang Maha Cahaya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Kita menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Inilah akar kepemimpinan yang sesungguhnya—sebuah amanah untuk memimpin diri sendiri agar tetap setia pada jalur kepulangan. Di tengah krisis […]

Tiwikrama
Dalam kisah Kresna Duta, kita mengenal sebuah peristiwa yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan ketegangan batin yang luar biasa. Kresna datang ke Hastinapura bukan sebagai panglima perang, melainkan sebagai utusan damai. Ia berbicara dengan kata-kata yang tertata, dengan niat yang jernih: mencegah perang, menghindari tumpahnya darah di Padang Kurusetra. Namun kita juga tahu, di balik […]

Cerita dari Pro-Eksistensi Ilahiah
Malam itu, langit Lamongan terlihat mendung menggantung seperti sedang memayungi proses sinau bareng, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang hampir dari sore sampai malam hujan gerimis, forum Sinau Bareng kembali digelar di halaman belakang Warkop Sedjati dalam suasana hangat dan cair. Jamaah duduk melingkar, sebagaimana biasanya: tanpa jarak, tanpa podium tinggi, tanpa klaim paling benar. Tema […]

Metronom
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual), dengan satuan detak per menit. Metronom menyimulasikan fenomena alamiah dalam semesta yang bisa bersifat organik, semisal denyut nadi atau detak jantung mamalia, atau fenomena elektromagnetik semisal pulsar. Ini bintang neutron dengan core hyper-magnetic dan mengeluarkan […]

Akhlak Bukan Wacana, Melainkan Laku Hidup
Seperti biasanya, majelis diawali dengan tawashshulan yang dipimpin oleh Mas Oni. Malam itu cuaca cerah, terang rembulan juga membersamai kita, setelah sorenya langit Lamongan turun hujan. Suasana malam yang tenang itu dibersamai dua puluh tiga jamaah yang duduk melingkar. Tawashshulan dipanjatkan sebagai pengikat niat, mengkondisikan batin jamaah agar siap memasuki ruang belajar bersama. Menurut salah […]

Trusthaning Indrya Nduwaraning Jagad
Sejak pagi hingga sore hari, hujan mengguyur Ponorogo tanpa jeda. Seolah langit ingin memastikan bahwa sesuatu yang akan dimulai kembali harus lebih dulu dibasuh. Bukan untuk menghalangi, melainkan untuk menjernihkan niat dan menyiapkan ruang. Setelah sempat vakum sejak pandemi korona, Sinau Bareng Waro’ Kaprawiran akhirnya kembali digelar. Tema yang dipilih adalah Kawitan—sebuah ikhtiar untuk ngawiti […]

JAGAD NGELMU
Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]

SINAU BARENG ARISTEKTUR JIWA BERSAMA GUYURAN HUJAN
Sabtu malam itu, hujan turun cukup lebat di beberapa wilayah Pasuruan. Langit gelap dan jalanan basah tak menyurutkan langkah para sedulur untuk kembali melingkar dalam Majelis ‘Ilmu Muhammad Ainun Nadjib yang digiatkan Paseduluran Maiyah Pasuruan. Di Gubug Kuliner Ati Jembar, Suwayuwo, satu per satu sedulur berdatangan. Gus Ishom menyambut mereka dengan senyum hangat, seolah hujan […]

Millata Hanifa
JAKARTA hari itu diguyur cuaca yang tak menentu. Hujan, panas, gerimis, lalu hujan kembali silih berganti sejak siang. Namun ketika malam tiba, perubahan cuaca itu justru menjadi latar yang mengantar jamaah berkumpul, menyiapkan diri memasuki Kenduri Cinta edisi Januari 2026. Tepat pukul 20.00 WIB, forum dibuka dengan pembacaan Tawashshulan. Mizani, Munawir, Haddad, Rizal, dan Awan duduk […]

GARUDA SEJARAH: TADABBUR PENTINGNYA BELAJAR SEJARAH
Tulisan ini merupakan refleksi (dan reportase) atas tema Sinau Bareng rutin teman-teman Ma’syar Mahamanikam pada Oktober 2025 silam. Tema yang diangkat adalah Garuda Sejarah. Sesuai tema, ada 2 kata yang perlu kita tadabburi yakni “Garuda” dan “Sejarah”. Kalau misal judulnya adalah “Sejarah Garuda”, berarti fokus yang kita bahas itu sejarah tentang garuda. Dalam konteks keindonesiaan, […]

MEREFLEKSI DIRI DAN BANGSA MELALUI KESADARAN TITIK BALIK
Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kami berkumpul di Gubug Kuliner Ati Jembar dengan Gus Ishom sebagai tuan rumah. Hujan sempat singgah sebentar di Pandaan, seolah membersihkan hari sebelum malam benar-benar dimulai. Setelah itu langit cerah, dan satu per satu sedulur datang saling bersalaman dan bertukar kabar. Sebelum memulai diskusi, acara dibuka dengan mengirimkan doa Al-Fatihah […]

SINAU KEWAJARAN MANUSIA
Majelis Ilmu Muhammad Ainun Najib Malam itu Maiyahan dimulai dua orang. Syafril Teha Noer (Buya) dan Suhartono. Sementara yang lain masih dalam perjalanan. Dimulai dengan pertanyaan bagaimana manusia tetap menjaga kewajaran dalam kesetiaan berjuang me-manage. Seperti dalam daur Mbah Nun berjudul “Kewajaran”. Buya memulai dengan cerita di mana keadaan membuat masa kelas 2 SD dihabiskan […]




